SDIT Al-Fath Cibinong Menolak Dana BOS

Senin, 10 Oktober 2005 BOGOR (Suara Karya): Sekolah-sekolah di Kabupaten Bogor harus atau wajib membebaskan siswanya dari pungutan apapun. Ini bagi sekolah yang nilai anggaran penerimaan belanja sekolah (APBS)-nya lebih kecil atau sama dengan nilai dana biaya operasional sekolah (BOS) yang diterima sekolah itu.Kemudian apabila nilai APBS lebih besar dari total dana BOS yang diterima, maka sekolah hanya dimungkinkan memungut dana sebesar selisih antara nilai APBS dengan BOS.
.
Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Drs. H.M. Sidik mengimbau kepada para kepala sekolah yang menerima dana BOS tersebut untuk berhati-hati dalam mengelolanya agar jangan sampai terjadi penyimpangan atas penggunaan dana tersebut. “Sebab jika sampai terjadi penyimpangan maka akan berurusan dengan aparat pelaksana audit keuangan negara yakni Badan Pemeriksa Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” katanya pekan lalu pada kegiatan sosialisasi penyaluran dana BOS.Bagi sekolah yang tidak memiliki siswa miskin maka dana digunakan untuk menyubsidi seluruh siswa sehingga iuran sekolah akan menjadi lebih kecil dari sebelumnya.
.
Sekolah yang mampu secara ekonomi dan saat ini memiliki pendapatan yang lebih besar dari dana BOS, berhak untuk menolak BOS dengan membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh kepala sekolah dan Komite Sekolah. Khusus di Kec. Cibinong, sekolah yang menolak BOS adalah SD Al-Fath Jl. Cikaret, Cibinong, Bogor dengan jumlah 59 siswa dan jumlah dana Rp 10.000.000,- akan dikembalikan ke kas negara. (Dwi Putro AA)
.
Sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=123798
About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: